Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Sumber Belajar Digital dalam Pembelajaran
Sekolah-sekolah
di Swedia, Eropa dan seluruh dunia telah secara bertahap didigitalisasi
selama beberapa dekade terakhir. Karena perkembangan digital yang
berkembang pesat, guru menghadapi banyak tantangan dan peluang baru dalam
penggunaan sumber belajar digital . Meskipun akses terhadap sumber
daya digital di sekolah sudah baik, penggunaan sumber daya digital oleh
guru masih beragam. Banyak faktor yang mempengaruhi penggunaan DLR oleh
guru seperti lingkungan sekolah, akses terhadap dukungan di tingkat sekolah
organisasi dan dukungan dari rekan kerja, pengembangan profesional, dan
latar belakang pribadi guru. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan
sekolah pada tingkat organisasi mempengaruhi kompetensi guru dalam menggunakan
DLR, bersama dengan beberapa faktor kontekstual. Organisasi untuk
Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan menganggap digitalisasi sebagai salah satu
tren paling signifikan yang memengaruhi hampir seluruh masyarakat. Meningkatnya
penggunaan dan pengembangan sumber daya digital seperti kecerdasan buatan dan
analisis pembelajaran terus memengaruhi pendidikan dan peran guru.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi dalam penelitian ini mengacu pada faktor-faktor eksternal dan
internal yang dapat mempengaruhi penggunaan DLR oleh guru. Lingkungan
sekolah yang mendukung menyediakan pengembangan profesional, akses ke DLR, dan
dukungan sekolah secara keseluruhan untuk pembelajaran digital yang dapat
meningkatkan penggunaan DLR oleh guru dalam praktik mengajar mereka. mengidentifikasi
berbagai faktor yang memengaruhi kesiapan guru dalam menghadapi DLR, seperti
kemampuan menggunakan, pengaruh dan dukungan sosial, niat menggunakan, kegunaan
dan efisiensi, kesadaran akan keterbatasan, potensi pedagogis, dan
kesadaran akan bantuan. Keyakinan dan sikap guru terhadap DLR juga dapat
mempengaruhi penggunaannya dalam praktik kelas . Madsen et al. mengungkapkan
bahwa sikap terhadap teknologi dalam pendidikan memiliki korelasi yang lebih
kuat dengan penggunaan DLR oleh guru di Norwegia dibandingkan di Selandia
Baru .
Dalam penelitian
ini penggunaan DLR oleh guru untuk mengajar meliputi tujuan didaktis, praktik
kelas, dan frekuensi penggunaan DLR yang berbeda sesuai dengan penggunaan
pedagogisnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa guru menggunakan DLR
untuk berbagai tujuan didaktik seperti untuk berkontribusi pada pengetahuan
konten dan adaptasi individu, untuk memotivasi siswa, untuk
memfasilitasi umpan balik, untuk memfasilitasi interaksi siswa, untuk
membuat siswa merefleksikan pembelajaran mereka, untuk merangsang
kreativitas pelajar , untuk mempersiapkan siswa untuk profesi masa
depan , dan untuk memperkuat siswa sebagai warga negara dalam
masyarakat yang demokratis . Pemahaman tentang hubungan antara tujuan
didaktis guru dan penggunaan DLR mereka merupakan faktor penting untuk memahami
mengapa guru memilih untuk menggunakan atau tidak menggunakan DLR untuk
mengajar. Dalam praktik kelas, guru menggunakan DLR untuk ceramah, menyediakan
materi pendidikan, latihan, tes, ujian, umpan balik, penilaian, interaksi, dan
kerja sama tim siswa.
Komentar
Posting Komentar